<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanaja&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://catatanaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanaja.wordpress.com</link>
	<description>sedikit goresan tinta tentang kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Dec 2010 03:01:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catatanaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanaja&#039;s Blog</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catatanaja.wordpress.com/osd.xml" title="Catatanaja&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catatanaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AYAH BUNDA, JANGAN SEDIH…&#8230;</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com/2010/12/03/ayah-bunda-jangan-sedih%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://catatanaja.wordpress.com/2010/12/03/ayah-bunda-jangan-sedih%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 03:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catatanaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[dilematika dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[AYAH BUNDA]]></category>
		<category><![CDATA[JANGAN SEDIH…...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanaja.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Saya ingin menuntut kepada akhi Salim A Fillah.seorang tukang kompor, yang telah banyak membakar ribuan semangat para ikhwan wa akhwat untuk menikah. Termasuk diri saya. Rangkaian buku yang di tulisnya kemudian menebar keinginan besar untuk segera melaksanakannya. Sangat luar biasa. Sebelum saya menuliskan perihal serta akibat komporan si akh salim. Saya berdoa mudah-mudahan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=16&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin menuntut kepada akhi Salim A Fillah.seorang tukang kompor, yang telah banyak membakar ribuan semangat para ikhwan wa akhwat untuk menikah. Termasuk diri saya. Rangkaian buku yang di tulisnya kemudian menebar keinginan besar untuk segera melaksanakannya. Sangat luar biasa. Sebelum saya menuliskan perihal serta akibat komporan si akh salim. Saya berdoa mudah-mudahan Allah berikan kesempatan saya untuk bertemu beliau. Untuk menuntut bahwa apa yang telah saya lakukan karena beliau lah penyebabnya. Xi..xi…xi (Kidding)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan juga beliau orang yang selalu membuat saya kesal, betapa tidak setiap kali tangan saya ini mengetik tuts, tuts keyboard. Tapi amat tak mampu mengalahkan dirinya merangkai kata. Saya iri dengan dengan godaannya, dengan racikan hujjahnya. Semoga Allah senantiasa melindungi saudara saya itu hingga saya bisa berjumpa dengan dirinya. Bisa belajar darinya</p>
<p style="text-align:justify;">Ini lah saya. Anggap saja saya bernama Iski,</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tak menyangka setiap detik waktu yang berjalan, setiap bentangan hari yang kita lewati. Masa-masa sebagai seorang anak manusia membenturkan kita pada kondisi kehidupan yang amat menarik jika di jalani. Dan itu pula, ada kebahagiaan, ada keindahan ketika Allah menetapkan cinta. Cinta seorang Rabb pada hambanya. Meskipun cinta kita kepadanya yang hendaknya di pertanyakan. Dan pada sebagian rahmatnya, Allah turunkan rasa kasih saya kita pada makhluknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Umur 22 tahun bisa jadi tergolong usia yang sangat muda dan produktif bagi sebagian orang. Bisa di nilai dengan berbagai persepsi. Tapi tentunya angka tak menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang. Karena dewasa bukanlah di nilai dari angka-angka. Iski hanyalah manusia biasa. Terlahir dari keluarga yang menurut Iski luar biasa, Ayah hanyalah seorang petani dan merangkap sebagai Marbot sebuah Masjid. Ayah dan Bunda yang selalu memotifasi, selalu mengiringi langkah anaknya ini dengan kesungguhan doa. Kami adalah keluarga yang berkecukupan, yaitu cukup saat ada kebutuhan dan tak berlebih pada keinginan. Namun Alhamdulillah Allah tak pernah mengurangi kecukupan kehidupan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kecil Iski dan adik-adik di didik oleh Ayah dan Bunda untuk memaknai kehidupan ini, sejak SMP Iski sudah diajarkan mandiri oleh Ayah Bunda dengan bersekolah jauh di sebuah kota kecil. Maklum Ayah dan Bunda tinggal di sebuah desa. Dan Iski tinggal dengan nenek di sana. Seiring berjalannya waktu ter-azamlah dalam diri Iski untuk meraih cita-cita dan kehidupan lebih baik. Iski berazam jika Allah berikan kesempatan menjadi orang sukses (dalam aktifitas dunia dan akhirat) maka Iski akan turut pula membantu Ayah dan Bunda untuk membina dan menyekolahkan adik-adik.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah setelah tamat SMA Iski di ajak oleh paman untuk berkuliah di kota Palembang. Dan beliau yang membiayai, mengingat untuk saat itu Ayah dan Bunda hanya cukup mampu untuk menyekolahkan adik-adik. Dan Iski juga berusaha meringankan beban mereka dengan berjualan buku, pulsa dan makelar percetakan kecil-kecilan di kampus. Alhamdulillah Iski bisa mencukupi kebutuhan kuliah dan tak mesti memberatkan paman terus.</p>
<p style="text-align:justify;">Iski merasakan doa dan kesungguhan Ayah dan Bunda mengalir menghanyutkan Iski dalam dekapan rahmat Allah. Semuanya seakan di permudah. Ketika masa-masa di rantau tak mengherankan kerinduan kepada Ayah dan Bunda begitu dalam. Kami belum punya handphone. Surat-surat yang Bunda titipkan pada teman-teman senantiasa membasahi mata ini, Iski merasakan inilah perjuangan hidup yang harus di jawab, dan hendaknya sabar. Surat Bunda selalu membasahi dan menyegarkan semangat <em>“nak.. Bunda merindukan mu, bersungguh-sungguhlah, Ayah Bunda dan adik-adik senantiasa mendoakan mu semoga menjadi anak yang berguna” </em>maka cucurannya makin deras. “ya Rabb kuatkanlah langkah ini…..”</p>
<p style="text-align:justify;">Tak lama… ketika ada kesempatan mengikuti tes Beasiswa di Sebuah BUMN. Iski mencoba, padahal pada saat itu Iski berkuliah di jurusan Ekonomi. Namun Alhamdulillah syaratnya ialah SMA IPA. Ketika melihat ribuan orang yang yang mengikuti tes terbayanglah, “<em>ah.. ini hanya iseng-iseng sajalah</em>” karena Iski tak ingin ini jadi beban. Apa lagi ketika bertanya kanan kiri semua yang ikut rata-rata anak Eksak. Ada yang baru tamat sekolah (masih segar ingatannya) ada yang kuliah di teknik (pasti sudah terbiasa mengerjakan soal-soal matematik fisika). Meskipun SMA dulu di kelas IPA, namun sudah lupa-lupa ingat. Iski yang anak Ekonomi tersudut saat melihat soal-soal tes yang di berikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi teman, lagi-lagi Allah mengatur segalanya dan doa Ayah dan Bunda yang mengiringi langkah ini. Hingga Iski berhasil mencapai tes terakhir dan dengan beberapa orang hingga mendapatkan beasiswa ikatan dinas tersebut. Hingga Alhamdulillah bisa menjadi seorang karyawan BUMN. Ayah dan Bunda begitu senang. Hingga semua tetangga pun mendecak kagum luar biasa. Ketika ribuan orang mencari pekerjaan hingga harus merogoh kocek untuk sogok menyogok. Tapi Iski di berikan kesempatan ini tanpa sepeser pun. Bunda kadang bercerita bahwa Ayah yang yang selalu menangis begitu bahagia ketika ketika mengenang rahmat Allah ini. Tak terucap lagi kesyukurannya pada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah Iski pun bahagia, meski sebenarnya menjadi karyawan bukanlah cita-cita. Iski bercita-cita menjadi pengusaha. Namun Iski menetapi ini adalah keputusan Allah, yah jalani saja biarkan Allah yang mengatur. Dan Iski pun bersegera untuk meluruskan niat membantu orang tua serta membangun cita-cita Iski dan adik-adik.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga satu persatu adik-adik pun Iski bawa untuk tinggal dengan Iski di kota tempat Iski bekrja. Karena memang kehidupan kami untuk membiasakan merantau, dan Iski ingin memotifasi langsung adik-adik untuk bisa bersemangat dan maju. Iski bukanlah sarjana, namun Iski ingin sekali menjadikan adik-adik orang yang memberikan manfaat banyak bagi orang. Biarlah kakaknya tak sarjana tapi adik-adiknya sarjana hingga profesor sekalipun. Dan Alhamdulillah adik-adik pun termotifasi. Dan adik-adik iski pun mampu menunjukan berbagai prestasi</p>
<p style="text-align:justify;">Selain bekerja Iski juga punya kesibukan dakwah yang cukup padat, beberapa binaan dan mengelola kajian di mesjid. Hingga ketika membaca rangkaian buku akh Salim A Fillah, ada rasa untuk menyegerakan menikah, tapi awalnya Iski ragu dengan kondisi Iski. Iski punya Azam untuk Ayah, Bunda dan adik-adik.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun akh Salim amat pandai menggoda, merayu dan meyakinkan. Belum lagi dengan banyak nya berinteraksi dengan para ustadz-ustadz, motifasi itu semakin besar. Bahkan bayangkan beberapa ustadz sudah merekomendasikan beberapa Akhwat pada Iski. Mereka berkata, ada keponakan, adik, anaknya. Mereka meyakinkan “akhi.. antum ni udah wajib nikah…”</p>
<p style="text-align:justify;">kadang Iski pun di benturkan dengan beberapa akhwat yang menawarkan diri secara tidak langsung. Ini pun menjadi pilihan berat. Meskipun Iski kadang merasa memang sudah saatnya, membuktikan NPSP (Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan). Terbayanglah indahnya kehidupan yang indah dengan permata dunia yang di cemburui bidadari.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Teman…</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya setelah menimbang dan beristikhoroh, akan kebutuhan serta upaya menjaga hati. Maka Iski pun meniatkan untuk menikah, Iski yakin bahwa Allah lah yang memberikan rezeki kepada kita. Dan meskipun demikian Iski tetap tak mengurungkan Azzam untuk selalu memotifasi adik-adik serta tetap membantu orang tua. Sehingga pada saat itu Bersamaan Allah memperkenankan Iski berjumpa dengan seorang Akhwat Biasa namun Luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya Iski pernah melakukan ta’aruf dengan seorang akhwat, namun itu tak berlanjut karena ada satu hal. Dan akhwat yang satu ini, beliau hanyalah gadis dari keluarga sederhana. bekerja di sebuah toko. Karena Iski berusaha meniadakan keinginan-keinginan yang dapat merusak niat. Alhamdulillah beliau juga punya aktivitas dakwah yang padat serta amat cerdas meski bukan anak kuliahan atau sarjana.</p>
<p style="text-align:justify;">Iski menceritakan pada Bunda, dan Bunda pun tak keberatan dengan pilihan itu. Namun Iski belum mengatakan keinginan menikah. Karena Bunda mewanti-wanti agar jangan cepat-cepat menikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun karena dorongan untuk menyegerakan ini, Iski pun diam-diam tanpa berkonsultasi dengan orang tua (meski dengan adik-adik sudah di sampaikan dan mereka tak keberatan) mengkhitbah si Akhwat. Iski berdoa mudah-mudahan keputusan ini bukan keputusan salah. Hingga Iski memberanikan diri mendatngi orang tuanya. Sebelumnya Iski sempat bertaaruf dengan beliau di perantarai oleh teman. Iski tak lupa menceritakan kondisi Iski secara jelas pada beliau dan keluarga beliau. Dan Alhamdulillah sang akhwat pun menerima, tak mempersoalkan bahwa Iski punya tanggung jawab terhadap keluarga (Ayah ibu dan adik-adik Iski) dan kami berkomitmen untuk sama-sama membantu nantinya jika menikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Iski pun menyampaikan apa yang terjadi kepada Ayah dan ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun ternyata, semuanya terasa sulit. Mendengar apa yang telah Iski lakukan Ayah terhenyak, tak menyangka. Beliau tak pernah marah secara langsung pada Iski, namun ibu bercerita bahwa ia amat kecewa dan marah dengan sikap Iski. Ayah merasa tidak di hargai sebagai orang tua. Hingga ia merasa bersalah karena sejak dahulunya tak banyak memberikan nafkah materinya pada Iski, karena Iski besar di rantau di tangan orang. Bunda pun kecewa, Ayah dan Bunda tiap hari menangis. Namun Bunda sedikit lunak, ia hanya kecewa dan menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Bunda dan Ayah bukan melarang kamu nak, tapi mengapa secepat itu, Bunda masih punya harapan besar padamu nak, adik-adikmu masih butuh bimbingan mu, tidakkah bisa sedikit kau tunda nak</em>” oh Bunda.. kata katamu meluruhkan hati ku. Namun anak mu ini dalam kebingungan</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa kali Iski menyakinkan Bunda bahwa Iski tak akan melepaskan tanggung jawab dan Azzam itu, di tambah lagi si Akhwat menerima kondisinya. Dan untuk yakin segala rezeki dan kemudahan itu datang dari Allah. Namun kembali Bunda sedih. Apa lagi ketika Iski mengetahui bahwa sebelumnya Ayah secara tidak langsung telah menyetujui tawaran perjodohan Iski dengan anak paman dan cucu nenek yang telah menyekolahkan Iski.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah merasa terpukul bahwa betapa besar hutang budi kepada nenek dan paman yang sejak dahulu membantu kehidupan kami, dan ia tidak ingin silaturahmi yang terjalin putus karena hal tersebut. Tentang besar harapan mereka kelak Iski dapat menikah dengan anaknya. Namun ia bukan seorang yang biasa berkecimpung dalam dunia dakwah. Selain itu, Iski tak mungki untuk memutuskan khitbah yang telah Iski sampaikan</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Teman-teman…</p>
<p style="text-align:justify;">Iski bingung, kini di persimpangan jalan, Iski tak ingin ada yang di sakiti. Akhwat yang Iski khitbah adalah seorang yang juga pernah di kecewakan laki-laki. Sejak kecil ia dan ibunya telah di tinggal Ayahnya. Hingga menempuh kerasnya hidup bahkan beliau pernah menjadi Bekerja di malaysia. Di satu sisi Iski juga tak ingin mengecewakan Ayah dan Bunda. Serta orang yang telah banyak berjasa membantu kehidupan Iski dan keluarga, dan satu hal lagi, memang secara material Iski tak pernah menyiapkan diri. Hingga di terpa kebingungan pula jika ingin menikah Iski tak punya uang cukup (meski sang akhwat tak meminta apa-apa).Dan mengingat pula biaya masuk kuliah adik yang harus di cicil sebesar 7,5 Juta Lagi. Belum lagi modal untuk kebun Ayah yang Iski Janjikan</p>
<p style="text-align:justify;">Teman.. semua Iski bangun hanya dengan satu keyakinan pada Allah, Allah pasti membantu dalam keyakinan Iski. Serta Azzam Iski yang tak pernah pudar.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun semua menjadi pelajaran. Bisa jadi Iski pula yang tidak sabar dan terlalu tergesa-gesa. Menyegerakan nikah wajib tapi tergesa-gesa bukanlah langkah yang baik. Hingga membuat Ayah yang penuh cinta dan kebanggan pada anaknya ini kecewa. Mengapa keputusan besar ini di putuskan sendiri, dan mengapa Iski tak berfikir bagaimana dengan harapan-harapan keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa jadi kadang keputusan serta pemahaman kita tak sama dengan orang tua kita. Bukan berarti mereka salah. Namun juga keputusan kita harusnya lebih tepat. Jika Akh Salim A Fillah menyatakan pentingnya untuk mempersiapkan diri, bisa jadi Iski belum melakukannya. Namun Iski juga tak ingin menjadikan antara cita-cita, kekayaan sebagai berhala-berhala dalam kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Iski berusaha tak menyesal dengan keputusan ini, karena itu pun akan membuat kita lemah dan putus asa. Meski rasa bersalah itu ada. Jika keputusan ini salah mudah-mudahan Allah mengampuni dan membantu Iski menyelesaikannya</p>
<p style="text-align:justify;">Kini pesimpangan itu membingungkan, bagaimana akan di tempuh? Sang Akhwat yang telah menanti, mengingat proses yang kami lakukan memang kurang lazim di kalangan teman-teman. Yang biasa dengan perantara ustadz, melalui proposal. Mengingat pula kami adalah orang-orang yang cukup di perhatikan oleh teman-teman, sama-sama punya tanggung jawab dakwah dan padat. Sehingga proses khitbah ini pula menimbulkan desas desus <strong><em>(hal ini sempat Iski pertanyakan, mengapa orang-orang beranggapan buruk, proposal nikah bukanlah syariat, bukan pula syarat. sehingga ketika tak melaluinya mengapa di permasalahkan, selagi semuanya tak ada yang melanggar syariat islam)</em></strong>. Dan ini pun sedikit merenggangkan jarak Iski dengan saudara yang lain. karena ada sebagian mereka yang menganggap Iski tak loyal. Sehingga sang akhwat berharap agar bisa di segerakan, dengan hal yang sederhana saja. Agar tak terjadi fitnah</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain Iski terjebak dengan harapan orang tua, serta rasa hutang budi kepada orang yang banyak berbuat baik dala kehidupan Iski</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Ya Rabb.. adakah sikap hamba yang salah?”</em> Jika ada, hamba mohon Ampun ya Allah, dan bukankah kita dapat menentukan pilihan kita pada hal yang kita rasakan baik, bukankah kita hendaknya mencita-citakan seorang istri yang mampu menguatkan langkah dakwah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Iski hanya berpesan pada teman-teman agar tak mengulang hal yang sama. Jika kita ingin menikah maka konsultasikanlah dengan orang tua kita terlebih dahulu. Mengingat ini adalah sebuah keputusan besar. Jika berbenturan maka komunikasikanlah dengan baik. Pernikahan bukanlah sekedar melegalkan hubungan dua orang lawan jenis, namun menyatukan dua keluarga besar. Dan Ridhonya Allah karena Ridhonya Orang tua Kita</p>
<p style="text-align:justify;">Dan perlu ber mu’ahadah (merumuskan visi,peta hidup,plan) dengan tepat dan matang. Tentunya kita juga jangan menjadikan anggapan kita terhadap jaminan kehidupan semu (harta, karir, pekerjaan) sebagai “Belenggu-belenggu Diri” yang menyelisihkan janji Allah kepada kita. Dan kita juga berhak mencita-citakan untuk mendapatkan yang terbaik pula, yang menguatkan langkah kita, yang mendekatkan kita pada Allah. dengan memperbaiki kualitas diri kita (Gue Never Die)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan semua pelajaran ini begitu besar. Iski berusaha tetap yakin bahwa pertolongan Allah itu dekat. Bukankah <em>satu dari tiga orang yang berhak Allah tolong adalah seorang yang ingin menikah memelihara kehormatan dirinya</em>. Dan Iski berusaha menjaga untuk senantiasa meluruskan niat pada Allah. Entah bagaimana caranya kini. Karena Iski pun tak berani membantah perkataan Ayah dan Bunda. Mereka laksana malaikat dalam kehidupan Iski, mereka adalah orang-orang yang lembut hatinya ,orang yang begitu mulia. Iski yang telah menggores kekecewaan itu. Jangan ada kekecewaan lagi yang berlanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Iski hanya berencana membuat sebuah buku tentang pernikahan dan nilai-nilainya. Biarlah nanti buku itu yang menjelaskan pada Ayah dan Bunda apa yang ada dalam hati Iski, serta semoga Allah memudahkan langkah ini dalam menyelesaikan setiap permasalahan ini. Wallahulam</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<div>
<div><strong>Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah</strong><strong> </strong><strong>Menggugah Pro-U Media 2010 di <a href="http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html">http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html</a> </strong></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanaja.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=16&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanaja.wordpress.com/2010/12/03/ayah-bunda-jangan-sedih%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d28e4f33068ec937872962d9267524d1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catatanaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyum Saudah</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/19/senyum-saudah/</link>
		<comments>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/19/senyum-saudah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 07:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catatanaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[Rezeki Saudah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanaja.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sore di sebuah SPBU kondisi panas yang sangat mencekam, penuh keringat. Matahari belum beranjak dari singgasananya, meskipun saat itu harusnya waktu untuk rehat sebagian kehidupan dari penatnya kesibukan dunia. Pukul 16.03. antrean yang begitu panjang. Sebuah pandangan yang sedikit ironi, diantara kilap mobil-mobil mewah dan jejer kendaraan Roda dua berbagai versi. Saudah (nama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=12&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Sore di sebuah SPBU kondisi panas yang sangat mencekam, penuh keringat. Matahari belum beranjak dari singgasananya, meskipun saat itu harusnya waktu untuk rehat sebagian kehidupan dari penatnya kesibukan dunia. Pukul 16.03. antrean yang begitu panjang. Sebuah pandangan yang sedikit ironi, diantara kilap mobil-mobil mewah dan jejer kendaraan Roda dua berbagai versi. <em><span style="text-decoration:underline;">Saudah</span></em> (nama yang bukan sebenarnya) masih tegar menghadang panas. Wanita tua yang menggunakan baju kaos yang sudah lusuh berlambang partai tertentu. Menawarkan satu persatu dagangannya pada antrian motor atau di balik gelapnya kaca mobil-mobil yang ber-AC.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di antara kita mungkin tak sempat memperhatikan <em><span style="text-decoration:underline;">Saudah</span></em>, karena maklum antrian yang begitu panjang terkadang sedikit membawa panic. Apalagi jika suasana panas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ikwah,…. <em><span style="text-decoration:underline;">Saudah</span></em> terus menawarkan meski tampak sore itu tak ada yang menggubris. Kita tak menyalahkan jika sikap sebagian orang demikian. Sebagian orang hanya menggelengkan kepala tanda tak setuju. Yang di dalam mobil mungkin hanya isyarat tak membuka kaca jendela dan acuh. Dagangan yang di bawa di panci merah tersebut tampak kusam, kumal. Dari bentuknya saja sudah dapat di tebak bahwa dagangan itu sangat lama sekali. Di dalamnya ada keripik pisang, ada bungkusan tahu goreng dengan beberapa cabe rawit, juga ada kerupuk emping dan jejeran kacang yang di bungkus plastik es panjang. Tak ketinggalan apel yang sudah berdebu dan buah peer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siapa yang tertarik, tak ada sertifikasi dari BPOM, tak ada batasan kadaluarsa. Dan boleh jadi makanan tersebut di masak pekan lalu. Tapi satu hal yang menarik, sepanjang saya memperhatikan tak seorang pun yang membeli. setengah jam mengantri selama itu pula pandangan ini menuju ke <em><span style="text-decoration:underline;">saudah</span></em>. yang tampak hanya keluh saudah tentang panasnya hari dengan bahasa isyarat kerut kening dan hela nafasnya. Di ujung SPBU di dekat mushala masih banyak teman-teman saudah para ibu-ibu yang seprofesi yang terlihat tidur di samping dagangannya. Mungkin sudah terlalu capai, padahal dangangannya tak lebih baik dan sama banyaknya seperti saudah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kadang jika kita fikirkan sedikit saja mungkin penghasilan harian saudah tak lebih besar dengan harga bensin yang kita isi untuk sepeda motor. Apa lagi untuk mobil kita. Saudah mungkin masih harus menghidupi anak-anak dan keluarganya. Kita juga tak tahu apa pula pekerjaan suaminya. Dan masih banyak saudah-saudah yang lain, ada saudah yang naik turun bis antar kota juga menawarkan dagangannya. Bersempit-sempitan, saudah yang di lampu merah. Mereka menjaga diri dari meminta-minta bukan karena kita tak butuh. Tapi mungkin saja masih yakin dengan rezki Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ikhwah, kita tak pernah bisa menebak bagaimana rezeki Allah. Tiap hari <em><span style="text-decoration:underline;">Saudah</span></em> masih tampak menjajakan makanan, kemaren, juga esok ia masih eksis. Juga tak sama dengan para eksekutif yang tiap saat masuk rumah sakit, bahkan juga para legislative yang sempat menjual baju partainya untuk di tukar dengan suara saudah dalam  pemilihan umum yang kadang tak tampak di ruang rapatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita yakin, dan yakin bahwa Allah yang mengaturnya. Rezeki kita , rezeki saudah, ada yang mengatur yaitu Allah. Namun bisa jadi sikap kita terhadap rezeki tersebut yang berbeda, sebagian orang mungkin akan bilang standar hidup. Yang jelas <em><span style="text-decoration:underline;">Saudah</span></em> masih bisa senyum meskipun kita beli atau tidak, baginya bisa jadi hari ini cukup. Berbeda dengan kita yang panjang angan-angan dan merasa kurang selalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sore ini jika anda mau membuktikan silahkan datang ke SPBU, anda akan tampak saudah yang siap pulang. Ia sedang menghitung uang yang mungkin tak seberapanya bagi anda. Saran saya jika bertemu saudah, tak ada salahnya untuk membeli barang dagangannya barang sebungkus tahu atau keripik dengan uang cukup besar (misalnya Rp.20.000 atau Rp.50.000 dan tak usah minta kembalianya. Anda akan tau berapa harga sebuah senyum bagi saudah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanaja.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=12&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/19/senyum-saudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d28e4f33068ec937872962d9267524d1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catatanaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarjana Mau Kemana?</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/19/sarjana-mau-kemana/</link>
		<comments>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/19/sarjana-mau-kemana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 07:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catatanaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana Mau Kemana?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanaja.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Di sebuah kantor pos. “Sedang apa disini?” Tanya seorang pak tua kepada seseorang yang konon sarjana. &#160; “oh…saya sedang melihat lamaran pak, kira-kira ada lowongan apa ya?” ujar sarjana sambil menerawang papan putih di depan kantor pos tersebut. &#160; “wah lowongan kan banyak dek?, bisa di lihat tuh……semua lowongan kan?” sang bapak meyakinkan &#160; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=9&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Di sebuah kantor pos.</p>
<p>“<strong><em>Sedang apa disini</em></strong>?” Tanya seorang pak tua kepada seseorang yang konon sarjana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>oh…saya sedang melihat lamaran pak, kira-kira ada lowongan apa ya?</em>” ujar sarjana sambil menerawang papan putih di depan kantor pos tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<strong><em>wah lowongan kan banyak dek?, bisa di lihat tuh……semua lowongan kan</em></strong>?” sang bapak meyakinkan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>wah yang banyak yang tidak sesuai pak dengan saya</em>..” sang sarjana menjawab</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<strong><em>memang nya kenapa? Apa nilai dan syaratnya gak cukup?”</em></strong> sang pak tua penasaran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>ah bukan pak…saya ini nilai tertinggi di jurusan saya, saya cumlaude, dan lulus dalam waktu singkat.. yang di papan ini gak sesuai dengan kemampuan saya.”</em> Sang sarjana  merasa tersinggung dengan ucapan sang pak tua</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>“memangnya adek ini sarjana apa?”</em></strong> pak tua kembali bertanya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“saya sarjana pertanian pak”</em>ujar sarjana tersebut</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>“memangnya yang adek butuhkan yang bagaimana?”</em></strong> sang bapak menatap sarjana</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“kalau bisa pekerjaanya gak terlalu berat, kalau bisa juga dekat dengan rumah saya. Jadi mudah urusan dan gak perlu repot-repot jauh-jauh kerja”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>“hmm…kalau ini gimana?”</em></strong> sang bapak menunjuk ke papan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“ah…saya gak mau jadi penyuluh pertanian, saya ni orangnya lemah, gampang sakit, gak bisa panas-panasan pak, kalau bisa yang gak usah kelapangan. Saya senang yang di kantoran aja pak….”</em> Mata sarjana masih saja menerawang papan putih dan memutar-mutar pandangannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>“???&#8230;”</em></strong> sang bapak menarik bibirnya tersenyum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“bapak sendiri mau cari apa?&#8230;lowongan juga ya pak? Untuk anak ya?”</em> sang sarjana tadi balik bertanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>“ah…tidak…saya Cuma mau lihat kalau saja sarjana yang mau menolong saya.”</em></strong> Sang bapak memutar pandangannya ke papan putih</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“memangnya menolong apa?”</em> sarjana tadi penuh keheranan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Pak tua pun menjawab “saya mau cari sarjana pertanian untuk ngurusin kebun sayuran saya, maklum kebetulan yang bekerja di kebun saya Cuma tamatan SD, maksud saya agar hasilnya lebih optimal, ya mungkin saja ada sarjana pertanian yang cari lahan untuk di garap…”</em></strong> pak tua tersenyum simpul</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sang sarjana “???!!%$@#$*&amp;9??!!”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanaja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanaja.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=9&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/19/sarjana-mau-kemana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d28e4f33068ec937872962d9267524d1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catatanaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Barat yang Percaya Tuhan</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/barat-yang-percaya-tuhan/</link>
		<comments>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/barat-yang-percaya-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catatanaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Barat yang Percaya Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanaja.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Eropa Abad pertengahan diperintah oleh penguasa dogmatis Gereja Katolik. Gereja melarang kebebasan berpikir dan mengekang para ilmuwan. Orang-orang dapat dihukum hanya karena menganut keyakinan atau pemikiran yang berbeda. Buku-buku karya mereka dibakar dan mereka sendiri dihukum mati. Pengekangan terhadap kegiatan penelitian di Abad Pertengahan seringkali disinggung dalam buku-buku sejarah. Namun sebagian kalangan menafsirkan keadaan tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=7&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Eropa Abad pertengahan diperintah oleh penguasa dogmatis Gereja Katolik. Gereja melarang kebebasan berpikir dan mengekang para ilmuwan. Orang-orang dapat dihukum hanya karena menganut keyakinan atau pemikiran yang berbeda. Buku-buku karya mereka dibakar dan mereka sendiri dihukum mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengekangan terhadap kegiatan penelitian di Abad Pertengahan seringkali disinggung dalam buku-buku sejarah. Namun sebagian kalangan menafsirkan keadaan tersebut secara keliru dan menyatakan bahwa para ilmuwan yang berselisih dengan Gereja adalah penentang agama. Namun, yang sesungguhnya terjadi justru sebaliknya – para ilmuwan yang menentang fanatisme Gereja adalah kaum beriman yang taat beragama. Mereka tidak menentang agama akan tetapi menentang dogma Gereja. Misalnya, ahli astronomi terkenal Galileo, yang hendak dihukum oleh pihak gereja karena menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya haturkan rasa syukur tak terkira kepada Tuhan yang begitu baiknya telah memilih saya sendiri sebagai yang pertama menyaksikan pemandangan menakjubkan yang selama ini tersembunyi dalam kegelapan selama berabad-abad yang lalu.” (Galileo Galilei, dikutip dalam: Mike Wilson, “The Foolishness of the Cross,” Focus Magazine)</p>
<p style="text-align:justify;">Para ilmuwan lain yang meletakkan landasan bagi bangunan ilmu pengetahuan modern, semuanya adalah orang taat beragama. Kepler, yang dianggap sebagai pendiri astronomi modern, berkata kepada mereka yang bertanya mengapa ia menyibukkan diri dengan ilmu pengetahuan:</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya memiliki niat menjadi seorang ahli teologi&#8230; namun dengan pekerjaan saya ini, kini saya menyaksikan bagaimana Tuhan juga diagungkan dalam astronomi, sebab ‘langit menyatakan keagungan Tuhan”’. (Johannes Kepler, dikutip dalam: J.H. Tiner, Johannes Kepler-Giant of Faith and Science (Milford, Michigan: Mott Media, 1977), hlm. 197)</p>
<p style="text-align:justify;">Newton, salah seorang ilmuwan terbesar dalam sejarah, menjelaskan alasan yang mendasari dorongan kuatnya dalam melakukan kegiatan ilmiah dengan mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">“&#8230; Dia (Tuhan) adalah kekal dan tak terbatas, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui; dengan kata lain, masa keberadaan-Nya dari kekekalan hingga kekekalan; keberadaan-Nya dari ketakberhinggaan hingga ketakberhinggaan, Dia mengatur segala sesuatu, dan mengetahui segala sesuatu yang diadakan atau dapat diadakan&#8230; Kita mengenal-Nya hanya melalui perancangan-Nya yang paling bijak dan luar biasa atas segala sesuatu&#8230; [Kita] memuji dan mengagungkan-Nya sebagai hamba-Nya&#8230;” (Sir Isaac Newton, Mathematical Principles of Natural Philosophy, Translated by Andrew Motte, Revised by Florian Cajore, Great Books of the Western World 34, Robert Maynard Hutchins, Editor in chief, William Benton, Chicago, 1952:273-74)</p>
<p style="text-align:justify;">Von Helmont, salah seorang tokoh terkemuka di bidang kimia modern dan penemu termometer, menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah bagian dari iman.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang jenius Pascal, bapak matematika modern, mengatakan bahwa: “Tapi dengan keimanan kita mengenal keberadaan (Tuhan); dalam keagungan kita akan mengenal sifat-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">George Cuvier, pendiri palaeontologi modern, menganggap fosil sebagai bukti-bukti Penciptaan yang kini masih ada dan mengajarkan bahwa spesies makhluk hidup telah diciptakan oleh Tuhan</p>
<p style="text-align:justify;">Carl Linnaeus, yang pertama kali menyusun klasifikasi ilmiah, meyakini penciptaan dan menyatakan bahwa keteraturan di alam merupakan satu bukti penting keberadaan Tuhan</p>
<p style="text-align:justify;">Gregor Mendel, pendiri ilmu genetika, yang juga seorang biarawan, meyakini Penciptaan dan menentang teori-teori evolusi di zamannya seperti Darwinisme dan Lamarckisme</p>
<p style="text-align:justify;">Louis Pasteur, nama terbesar dalam sejarah mikrobiologi, membuktikan bahwa kehidupan tak dapat diciptakan melalui benda mati dan mengajarkan bahwa kehidupan merupakan keajaiban Tuhan</p>
<p style="text-align:justify;">Fisikawan Jerman terkenal, Max Planck, mengatakan bahwa Pencipta jagat raya adalah Tuhan dan menegaskan bahwa keimanan adalah sifat wajib bagi para ilmuwan.</p>
<p style="text-align:justify;">Albert Einstein, yang dianggap sebagai ilmuwan terpenting abad ke-20, meyakini bahwa ilmu pengetahuan tidak mungkin me niadakan Tuhan dan mengatakan, “ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Isaac Newton: “&#8230; Dia (Tuhan) adalah kekal dan tak terbatas, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui; dengan kata lain, masa keberadaan-Nya dari kekekalan hingga kekekalan</p>
<p style="text-align:justify;">Leonardo da Vinci (1452-1519) (Seni, rekayasa, arsitektur), Georgius Agricola (1494-1555) (Mineralogi), Nicolas Steno (1631-1686) (Stratigrafi), Thomas Burnet (1635-1715) (Geologi), Increase Mather (1639-1723) (Astronomi), Nehemiah Grew (1641-1712) (Kedokteran), John Dalton (1766-1844) (Pendiri teori atom modern), Johann Gauss (1777-1855) (Geometri, geologi, magnetisme, astronomi), Benjamin Silliman (1779-1864) (Mineralogi), Peter Mark Roget (1779-1869) (Fisiologi), William Buckland (1784-1856) (Geologi), William Whewell (1794-1866) (Astronomi and Fisika), Richard Owen (1804-1892) (Zoologi, Paleontologi), Balfour Stewart (1828-1887) (Listrik Ionosfir), P.G.Tait (1831-1901) (Fisika, Matematika), Edward William Morley (1838-1923) Pemenang hadiah Nobel Fisika, Sir William Abney (1843-1920) (Astronomi), William Mitchell Ramsay (1851-1939) (Arkeologi), William Ramsay (1852-1916) (Kimia), Sir Cecil P. G. Wakeley (1892-1979) (Kedokteran), dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ilmuwan ini beriman kepada Tuhan dan mengabdi kepada ilmu pengetahuan dengan niat menyingkap rahasia alam semesta yang telah diciptakan-Nya. Mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi dan meneliti dengan pemahaman akan keberadaan dan kekuasaan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">sehingga apa lagi yang membuat kita lupa pada besarnya kekuasaan Allah? jika mereka yang sebagian besar belum mengimani islam ini mengakui akan adanya eksistensi besar yang mengatur keseimbangan alam ini apa lagi kita??</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanaja.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanaja.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=7&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/barat-yang-percaya-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d28e4f33068ec937872962d9267524d1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catatanaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dengan Pencuri Hati………….</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/hati-hati-dengan-pencuri-hati%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/hati-hati-dengan-pencuri-hati%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:44:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catatanaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[dilematika dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pencuri hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanaja.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati Saat Hati di Curi…………. &#160; Ikhwafillah Sungguh nikmat Allah semakin besar pada diri kita ketika kita semakin mensyukurinnya. Tahukah kita bahwa Allah menciptakan segala yang ada di alam ini berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada baik ada buruk, ada bumi ada langit, ada pria dan wanita dan banyak hal lainnya.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=5&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hati-hati Saat Hati di Curi………….</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ikhwafillah Sungguh nikmat Allah semakin besar pada diri kita ketika kita semakin mensyukurinnya. Tahukah kita bahwa Allah menciptakan segala yang ada di alam ini berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada baik ada buruk, ada bumi ada langit, ada pria dan wanita dan banyak hal lainnya.  Dan kesemua itu tidak lain melainkan agar kita semakin menyadari kebesaran Allah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah (qs51:49)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saudaraku yang Allah cintai dan Allah ridhoi, betapa indahnya kondisi yang demikian memang Allah adalah sang creator ulung yang tak akan dapat di tandingi siapapun atas apa yang ia ciptakan. Dan yang paling menarik lainnya adalah Allah telah menciptakan kita manusia dalam keadaan berpasangan. Ada wanita dan ada pria.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan sudah menjadi sunatullah di antara ciptaannya tersebut akan terlibat suatu kecenderungan (adanya kasih sayang). Antara pria dan wanita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saudaraku, suatu kali seorang ikhwan bertanya bahwa bolehkan seorang pria memiliki suatu perasaan suka terhadap lawan jenisnya??</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentunya Allah tidak menciptakan semua itu sia-sia melainkan segalanya di aturkan oleh Allah. Dan tiada satu pun larangan mengenai hal tersebut. Tapi tentunya kesukaan yang kita pahami tersebut tak seperti yang kita bayangkan seperti kondisi yang di anggap seseorang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Satu kisah yang menarik yang pernah di dengan yang sangat saya senangi adalah suatu ketika ketika Ali r.a menikahi putri rasulullah fatimah azzahra ra. Fatimah berkata kepada Ali bahwa sebelum pernikahan nya tersebut ternyata Fatimah telah mencintai seorang pria. Ali langsung tertegun dan wajahnya muram, dan ia pun bertanya pada fatimah siapakah laki-laki tersebut. Fatimah pun tersenyum melihat tingkah laku ali yang demikian. Dan ia pun meneruskan pembicaraannya bahwa pria itu adalah ali, pria yang sudah lama di pendamnya dalam hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lain lagi kisah rasulullah, sebelum menikah dengan khadijah beliau pun juga memiliki romantis di masa mudanya terhadap seorang wanita yang tidak lain anak pamannya sendiri yaitu fakhitah, atau di panggil Umm Hani. Dan diketahui bahwa rasa cinta tersebut juga di rasakan oleh Umm Hani. Muhammad pun memohon pada saat itu kepada pamannya Abu Thalib agar di izinkan untuk menikahi Umm Hani. Namun sayang pamannya tersebut memiliki rencana lain yaitu menikahkah anaknya dengan Hubayrah pria kaya raya dan pandai bersyair. Putra Saudara Ibunya yang berasal dari bani makzum. Dan Muhammad SAW Muda pun pada saat itu tak kecewa, ia lapang dada menerimanya <em>(Siraj Al din Abu bakr. Kisah kehidupan nabi Berdasarkan Sumber Klasik BabXII hal 58)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ikhwafillah betapa indah kisah-kisah tersebut. Jika orang-orang pilihan tersebut demikian, namun tentunya yang di pahami bukan sebatas hal tersebut. Mereka adalah orang-orang yang pandai menyembunyikan perasaannya dan membukanya pada saat-saat yang tepat. Sungguh kecintaa kita tidak boleh melebihi kecintaan seorang hamba pada rabbnya, kecintaa umat pada rasulnya karena itu yang utama dan tak boleh satupun menyelisihinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saudaraku, banyak di antara kita yang menyalahi aturan sesama lawan jenis, padahal jelas islam memiliki aturan-aturan dan kesemua aturan itu tidaklah lain agar kebaikan bagi diri kita. Agar kehormatan semakin di jaga. Agar kemuliaan senantiasa ada. Bukan menghinakan atau memberikan dampak buruk. Islam sangat memahami psikologis manusia dan Allah yang paling tau isi hati</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika banyak saudara-saudara kita yang sudah terlalu jauh berbuat bahwa itu semua memang sudah di prediksi oleh Allah. Apa lagi golongan seperti kita yaitu Muda Mudi yang masih labil hatinya yang belum di ikat oleh ikatan suci pernikahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, (qs19:58-59)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak ada yang menghalangi perasaan kesukaan kita pada lawan jenis melainkan itu sudah sunatullah yang di tetapkan namun tentunya kita harus paham bahwa islam memiliki tuntunan yang harus di jalankan yaitu pernikahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jadi kesimpulan yang sederhana bahwa jika ada perasaan tersebut dalam hati kita, utarakanlah sebagaimana Rasulullah di masa mudanya pernah mengajukan lamaran untuk Umm Hani. Dan jika kita belum sanggup. Maka Solusi bagi kita adalah untuk tetap menjaga kesucian diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya….. (qs24:32-33) </em></p>
<p><em>.</em></p>
<p>Salah satunya yang di ajarkan oleh rasulullah dengan banyak-banyak shaum (puasa). Dan tentunya kepada akhi wa akhwat yang ketika hati mulai d curi oleh seseorang, banyak-banyaklah memohon perlindungan kepada Allah. Dan tidak ada tempat yang lebih baik dari kita selain memintanya kepada Allah. Toh Allahlah yang punya Hamba-hambanya, Allah juga yang menguasai Hati Manusia. Jika memang perlu ajukanlah tawaran untuk menikah, tak mengapa ikhwan atau akhwat. Jika Belum maka Ikhtiar yang paling baik adalah meminta petunjuk pada Allah dan senantiasa memperbaiki kualitas diri kita, kualitas iman dan kesalehan kita. Sungguh Semua Mudah bagi Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan Sangat tidak baik Sekali antara ikhwan dan akhwat yang belum di ikat dengan suatu perjanjian yang kokoh tersebut (Mitsaqon Ghalidzho) yang tidak lain ikatan pernikahan. sudah mendahului dengan hubungan yang tidak di tuntunkan dalam islam, terlalu banyak berhubungan, berSMS yang tidak ada keperluannya, bertemu yang tidak ada manfaatnya. apa lagi beriikhtilat (berdua-duaan) dan ber maksiat baik maksiat entah itu yang di anggap enteng ataupun berat. Naudzubillah. Karena semuanya itu hanyalah dapat merusak hati kita dan menjauhkan kita dari Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanaja.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=5&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/hati-hati-dengan-pencuri-hati%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d28e4f33068ec937872962d9267524d1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catatanaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/hello-world/</link>
		<comments>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 04:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catatanaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=1&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanaja.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanaja.wordpress.com&amp;blog=10314216&amp;post=1&amp;subd=catatanaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanaja.wordpress.com/2009/11/07/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d28e4f33068ec937872962d9267524d1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catatanaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
